16 February 2018

Cara Memupuk Bawang Daun dan Mengatasi Hama Penyakit

Cara memupuk bawang daun info kami kali ini. Dilengkapi juga cara mengatasi hama penyakit yang sering menyerang bawang daun. Pemupukan dan penanganan hama penyakit ini bisa dipakai untuk bercocok tanam bawang daun skala budidaya besar atau skala kecil di sekitar rumah.

Pemupukan


Pemupukan tanaman bawang daun dilakukan tiga minggu setelah tanam. Dengan memberi pupuk urea sebanyak 2 kg untuk luas tanam 100 m², untuk luas berbeda sesuaikan saja.

Pemupukan kedua bawang daun daun dilakukan setelah tanaman berumur 1,5 bulan dengan dosis pupuk urea 1 kg. Pemupukan dilakukan didalam larikan dengan jarak 5 cm dari kanan dan kiri tanaman.

baca juga: Cara menanam dan perawatan harian bawang daun.

Selanjutnya yang perlu diketahui dalam budidaya bawang daun adalah hama penyakit simak berikut ini.

Cara mengatasi hama penyakit bawang daun


Hama Penyakit Bawang Daun

Hama penyakit yang sering menyerang tanaman bawang daun adalah:
1. Ulat tanah
Ulat tanah sering menyerang bagian pangkal batang bawang daun. Akibat dari serangan hama ini menyebabkan bawang roboh bisa juga sampai putus atau terpotong.
2. Ulat penggerek daun
Ulat penggerek daun menyerang bagian bawah dan pinggir daun.
3. Penyakit busuk batang lunak
Penyakit batang lunak menyerang bagian batang tanaman sehingga batang menjadi busuk dan basah mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Cara mengatasi hama tanaman bawang daun yaitu dengan menyemprotkan insektida. Dosis penyemprotan insektisida untuk luas lahan 100 m² 20 ml, atau 2 ml per liter air untuk 160 tanaman. Sesuaikan juga petunjuk dosis setiap kemasan insektisida yang ada di pasaran.

Penyemprotan bawang daun dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari, disemprotkan menggunakan hand sprayer. Jika ada tanaman lain disekitar lokasi lakukan juga pengiliran penyemprotan agar bisa memutus siklus hidup hama penyakit.

baca juga: Cara pembibitan dan persiapan benih bawang daun.

Demikian cara memupuk dan cara mengatasi hama penyakit bawang daun, semoga dapat membantu.

07 February 2018

Cara Memelihara Bibit dan Membesarkan Anak Ikan Mas

Memelihara bibit dan cara membesarkan anak ikan mas. Tahap ini setelah kita melakukan pembibitan dan pemicahan. Memelihara anak ikan mas setelah telur-telur hasil pemijahan menetas. Kegiatan ini dapat dilakukan pada kolam pendederan luas 200-500 meter persegi yang telah dipersiapkan menerima anak ikan. Dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta bersih dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan pupuk sesuai ketentuan dan pakan sesuai ketentuan.

Memelihara Bibit


Tahap Pendederan ikan mas
I. Umur benih disebar sekitar 5-7 hari (ukuran 1-1,5 cm); jumlah benih disebar=100-200 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 2-3 cm.

II. Setelah tahap I selesai; jumlah benih yang disebar 50-75 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 3-5 cm.

III. Setelah tahap II selesai; jumlah benih yang disebar 25-50 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 5-8 cm. Dan perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

IV. Setelah tahap III selesai; jumlah benih yang disebar 3-5 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 8-12 cm. Dan perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

Perlakuan dan Perawatan Bibit
Apabila benih belum mencapai ukuran 100 gram, maka benih diberi pakan pelet 2 mm sebanyak 3 kali bobot total benih yang diberikan 4 kali sehari selama 3 minggu.

Memilihara Membesarkan Bibit Ikan Mas

Cara Membesarkan Anak Ikan Mas


A. Membesarkan Ikan Mas Cara Polikultur>
1. ikan mas 50%, ikan tawes 20%, dan mujair 30%, atau
2. ikan mas 50%, ikan gurame 20% dan ikan mujair 30%.

B. Membesarkan Ikan Mas Cara Monokultur

Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan dengan polikultur dan pada sistem ini dilakukan pemisahan antara induk jantan dan betina.

Pemupukan


Pemupukan dengan kotoran ayam sebanyak 250-500 gram/m2 , TSP 10 gram/m2 , Urea 10 gram/m2 , kapur 25-100 gram/m2 . Setelah itu kolam diisi air 39\0-40 cm. Biarkan 5-7 hari. Dua hari setelah pengisian air, kolam disemprot dengan insektisida organophosphat seperti Sumithion 60 EC, Basudin 60 EC dengan dosis 2-4 ppm. Tujuan untuk memberantas serangga dan udang-udangan ang akan memangsa rotifera.

Setelah 7 hari kemudian, air ditinggikan sekitar 60 cm. Padat penebaran ikan tergantung pemeliharaannya. Jika hanya mengandalkan pakan alami dan dedak, maka padat penebaran adalah 100-200 ekor/m2 , sedangkan bila diberi pakan pellet, maka penebaran adalah 300-400 ekor/m 2 (benih lepas hapa). Penebaran dilakukan pada pagi/sore hari saat suhu rendah.

Pemberian Pakan


Pembenihan intensif utamakan pemberian pakan buatan. Pakan kualitas baik mengandung zat-zat makanan cukup protein, mengandung asam amino esensial, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.

Perawatan larva dalam hapa sekitar 4-5 hari. Setelah larva tidak menempel pada kakaban, 3-4 hari kemudian kakaban diangkat dan dibersihkan. Pemberian pakan untuk larva, 1 butir kuning telur rebus untuk 100.000 ekor/hari. Caranya kuning telur dibuat suspensi 1/4 liter air untuk 1 butir, kuning telur diremas dalam kain kemudian diberikan pada benih, perawatan 5-7 hari.

Pemeliharaan ikan mas tidak boleh terabaikan adalah menjaga kondisi air agar kualitas stabil, bersih tidak tercemar oleh zat beracun. Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

06 February 2018

Jenis Ikan Mas dan Sentra Budidaya di Indonesia

Ikan mas adalah jenis ikan konsumsi air tawar. Mempunyai ciri, badan panjang pipih ke samping dan lunak. Ikan mas telah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas di Indonesia merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologis.

Sentra budidaya ikan masa di Indonesia


Budidaya ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, sawah, waduk, sungai air deras, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba pada perairan umum. Adapun sentra produksi ikan mas di Indonesia adalah Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta

Jenis Ikan Mas

Jenis Ikan Mas


Kelas : Osteichthyes
Anak kelas : Actinopterygii
Bangsa : Cypriniformes
Suku : Cyprinidae
Marga : Cyprinus
Jenis : Cyprinus carpio L.

Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan ini terlihat dari penampilan bentuk fisik dan dan warna. Adapun ciri-ciri dari beberapa strain ikan mas adalah sebagai berikut:

1. Ikan mas punten
Sisik warna hijau gelap, potongan badan paling pendek, bagian punggung tinggi melebar, mata agak menonjol, gerakan gesit, perbandingan antara panjang badan dan tinggi antara 2,3:1.

2. Ikan mas majalaya
Sisik warna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap, punggung tinggi, badan relatif pendek, gerakan lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air, perbandingan panjang badan dengan tinggi antara 3,2:1.

3. Ikan mas si nyonya
Sisik warna kuning muda, badan relatif panjang, mata waktu muda tidak menonjol, sedangkan setelah dewasa sipit, gerakan lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi antara 3,6:1.

4. Ikan mas taiwan
Sisik warna hijau kuning-kuningan, badan relatif panjang, penampang punggung membulat, mata agak menonjol, gerakan lebih gesit dan aktif, perbandingan panjang badan dengan tinggi antara 3,5:1.

5. Ikan mas koi
Bentuk badan bulat panjang dan bersisik penuh, warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinum nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi.

Dari sekian banyak strain ikan mas, di Jawa Barat ikan mas punten kurang berkembang karena diduga orang Jawa Barat lebih menyukai ikan mas yang berbadan relatif panjang. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yang banyak di budidaya. Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas.

29 January 2018

Mengenal Usaha Budidaya Itik Petelur

Sebagai pengetahuan saja mengenal usaha Itik Petelur. Agar lebih memahami seluk beluk keberadaan dan central peternakan itik tidak salah kita membaca yang ini.

1. SEJARAH SINGKAT
Itik / Bebek. Berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar (Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang dipelihara sekarang disebut Anas domesticus (ternak itik).

2. SENTRA PERIKANAN
Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusat di pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.

Itik Petelur

3. JENIS
Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipe dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:
a. Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;
b. Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;
c. Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.

Jenis bibit unggul diternak, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan Itik petelur unggul lain merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

4. MANFAAT
a. Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
b. Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.
c. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
d. Sebagai pengisi kegiatan di masa pensiun.
e. Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.

sumber: Bambang Suharno, Ir. dan Khairul Amri. Beternak itik secara intensif. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1998 Redaksi Trubus. Beternak Itik CV. 2000-INA. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1999 Prawoto; Peternak ternak itik. Desa Sitemu Kec. Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361 Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829 Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

24 January 2018

9 Tips Budidaya Burung Parkit Agar Berkualitas Baik

Budidaya burung parkit berkualitas baik tidak terlalu sulit. Asalkan mengetahui tahapan ternak burung ini maka tingkat keberhasilan semakin tinggi. Kalau cara budidaya dilakukan secara apa adanya hasilnya kurang memuaskan.

Parkit Berkualitas Baik

Inilah Tips Budidaya Burung Parkit Menghasilkan Kualitas Baik


1. Pilih jodoh burung parkit cocok dan serasi.
Bila target adalah kualitas maka jodoh/pasangan perlu seleksi khusus dari peternak. Karena untuk mendapatkan pasangan burung parkit serasi, gampang-gampang susah. Biasanya mereka pilih-pilih pasangan. Nah kalau kita yang memilih sangat dituntut kesabaran. Kadang yang kita jodoh-kan tidak mau akur.

Tapi bila target adalah kuantitas (jumlah banyak) maka biarkan parkit memilih pasangan sendiri di kandang jodoh yang ramai.

2. Umur parkit ideal untuk budidaya.
Umur parkit sudah matang kelamin sekitar 90 hari. Jadi pilih umur parkit usia produktif karena sangat menentukan keberhasilan budidaya burung parkit itu sendiri.

3. Seleksi jenis kelamin parkit.
Sepintas burung parkit dari postur antara jantan dan betina hampir sama. Tetapi untuk bisa membedakan dengan jelas kalau parkit sudah dewasa yaitu warna kebiruan pada tonjolan hidung parkit jantan, sedang betina cenderung berwarna semu putih.

4. Ukuran kandang sesuaikan dengan populasi pasangan
Kalau di lakukan secara penangkaran masal. Kelebihan sistem ini adalah biaya kandang jauh lebih murah dan praktis. Sedangkan kelemahannya adalah apabila salah satu burung sakit maka akan mudah menular kepada parkit lain sehingga mudah terjadi kematian lebih banyak.

5. Pemilihan jenis pakan yang tepat.
Usahakan beli pakan benar-benar 'berisi'. Ada kala stok dagangan terlalu lama sehingga banyak isi bijian tersebut kosong / kopong. Jadi pilih biji-bijian yang berat agar bisa memberi nutrisi cukup pada burung parkit. Extra fooding berupa kecamba, jagung muda atau sayuran juga dapat diberikan.

6. Grid / Asinan atau batuan meniral
Untuk membantu pencernaan burung parkit perlu diberi asinan bisa didapat dari tumbukan batu bata merah, genteng atau kulit sotong.

7. esehatan burung parkit
Jaga kesehatan burung karena sangat berpengaruh pada perkembangbiakan.

8.  Jaga kebersihan kadang / sangkar

9. Pencahayaan dan sirkulasi udara.
Parkit sangat membutuhkan cahaya matahari, kurang cocok ditempat lembab. Jauhkan dari tempat memasak atau jangan terkena asap. Kalau terlalu lembab parkit cenderung mudah mencret. Sirkulasi udara berguna untuk membuang virus apabila ada parkit terkena penyakit agar parkit lain tidak tertular penyakit

Semoga dapat menghasilkan burung parkit berkualitas baik agar tidak sekedar hobby atau hiburan, jadi budidaya burung parkit jadi peluang usaha bisa menambah penghasilan.

01 January 2018

Tips Memilih dan Merawat Burung Kenari Jadi Jagoan

Memilih dan Merawat Burung Kenari jadi jagoan tidak sulit hanya butuh ketekunan dan kesabaran. Untuk memperoleh kenari yang baik dengan cara membeli bakalan kemudian melatih perlahan-lahan hingga menjadi jagoan.

Tips memilih dan merawat burung kenari


1. Pilih burung kicau kenari dari pejantan berkualitas, dimana ciri kenari jantan mempunyai grade bagus adalah bentuk kepala agak kotak, pada tempat pembuangan kotoran seperti condong keluar. Lebih jauh mengenai memilih burung kenari.

2. Beri makanan sesuai dengan jenis, bila kenari termasuk dari jenis lokal maka sebaiknya beri saja makanan lokal. Hal ini disebabkan lidah kenari lokal hanya cocok dengan makanan berasal dari daerah setempat. Kecuali bila kenari termasuk dalam jenis impor, maka makanan impor bisa dicoba.

3. Untuk mendapatkan burung kenari dengan nafas panjang, biasakan memberi sangkar yang luas pada burung kicau ini. Hal ini akan memudahkan kenari untuk bergerak leluasa, selain melatih gerak juga menjadikan kenari tidak gampang stress.

4. Bila perlu, makanan tambahan dapat beri pada kenari kesayangan. Seperti sawi, wortel, ketimun, selada. Sebagai contoh, misal ketimun, diberikan bila kenari terlalu gemuk. Sawi atau sosin diberikan untuk membuat bulu kenari terlihat bersih juga bersinar sesuai sesuai warna dasarnya.

5. Jemur burung kenari di bawah terik matahari pagi, sekitar 1 jam

6. Mandikan burung sekali dalam seminggu

7 Berikan kerodong penutup, khususnya bila malam telah tiba. Hal ini dimaksud untuk mencegah gigitan nyamuk.

Merawat Burung Kenari

Tips pakan kenari


Untuk mendapatkan kicau burung selalu prima, terkadang burung kenari butuh makanan tambahan yang bagus dan mantap. Anda pun dapat meracik sendiri makanan andalan yang bisa digunakan untuk memacu kicau burung kesayangan.

Parut 1 siung jahe dan kunyit hingga halus lalu di rebus dengan sedikit air jika sudah panas tiriskan ke dalam tempat semacam panci, setelah itu campur pakan kenari dengan perbandingan 1 siung jahe dan kunyit untuk 1 kg pakan kenari biarkan supaya menyerap lalu diaduk, kemudian jemur (dengan serat jahenya) setelah agak kering di garang diatas wajan (tanpa minyak) dengan menggunakan api kecil, setelah kering lalu angkat, (jangan terlalu lama) lalu berikan ke kenari anda.

Racikan pakan tersebut akan membuat kenari selalu berbunyi dalam segala medan musim, baik musim panas atau dingin. Selamat mencoba tips merawat burung kenari.

25 December 2017

Peluang Usaha Budidaya Burung Parkit Menjanjikan

Peluang Usaha Budidaya Burung Parkit menjanjikan tapi belum banyak digeluti orang. Ini salah satu jenis burung cantik dengan bulu warna-warni, oleh sebab itu burung parkit selalu laku di dikalangan hobi burung, sehingga menjadi suatu peluang usaha mempunyai prospek baik.

Tidak terlalu sulit budidaya burung parkit karena burung ini produktif menghasilkan anakan, walau demikian tentu memerlukan keuletan dan kesabaran.

Budidaya Burung Parkit

Budidaya Burung Parkit


1. Kandang
Tempat untuk indukan sediakan kandang seperti balok ukuran 2 x 1 x 1,5 m untuk 15 pasang burung parkit. Bahan dari kawat agar kuat, karena paruh burung parkit sangat tajam. Pasang kain disekitar kandang agar kondisi dalam kandang lebih hangat dan tutup semua kandang dengan kain jika malam hari.

Siapkan tempat anak parkit, tujuannya jika sudah umur 30 hari di dalam “rumah pribadi” indukan, anak parkit telah siap di pindah ke dalam kandang anakan. Ini bertujuan agar bisa berlatih terbang dan makan sehingga siap dijual. Bentuk kandang hampir sama seperti kandang indukan, atau dibuat lebih kecil.

2. Rumah pribadi
Umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak yang sering disebut “glodok”, mudah dijumpai di pasar burung atau dibuat sendiri untuk setiap pasangan parkit.

Tips Memelihara Burung Parkit :


* Usahakan memilih induk berbeda warna. Jantan atau Betina dapat dibedakan setelah usia 4 bulan. Jantan mempunyai ciri warna biru di bagian atas lubang hidung. Sedangkan betina, warna bagian atas lubang hidung putih kotor, krem atau coklat.

* Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkar

* Sesuaikan besar kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat, ini menjaga hal yang kurang baik bagi kesehatan burung.

* Pindahkan anak parkit setelah umur 30 hari ke kandang anakan, dan setelah umur 40-45 hari anak parkit sudah siap untuk dijual atau dimasukkan ke kandang baru

* Jaga ketersediaan pakan dan minum dalam kondisi bersih

* Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan pakan, terutama sayuran tauge, jagung dan lain-lain.

* Makanan utama burung parkit yaitu otek, ini mudah didapat pada kios penjual makanan burung.

Modal awal Peluang Usaha Ternak Burung ini sekitar Rp 1.300.000 untuk 15 pasang parkit berikut pembuatan kandang. Sedangkan pengeluaran setiap bulan Rp 230.000, dengan harga burung parkit sekitar Rp 65.000/pasang dan harga pakan  Rp. 8.000 s/d Rp. 10.000 per Kg.

Cukup menguntungkan bukan mengingat usaha ternak parkit ini sangat mudah. Bayangkan jika mempunyai 15 pasang burung parkit, jika 1 kandang bertelur 6 dan minimal menetas 3 maka sudah menghasilkan 45 anak parkit.

Peluang Usaha Ternak Burung Parkit ini bisa dilakukan dengan modal awal seadanya, lalu dikembangkan menjadi besar. Caranya anak burung parkit yang dihasilkan selama beberapa bulan dipakai untuk penangkaran dulu tidak langsung dijual. Dengan demikian semakin lama budidaya usaha burung parkit semakin besar. Selamat mencoba. Bagaimana menghasilkan budidaya burung parkit berkualitas baik?

14 December 2017

Cara Menghasilkan DOC Ayam Broiler Kualitas Baik

Anak ayam DOC broiler berkualitas baik memberi banyak keuntungan pada usaha budidaya ayam broiler. Beberapa keuntungan memelihara DOC kualitas prima yaitu, daya hidup tinggi, pertumbuhan berat badan lebih baik. Dengan ketiga aspek tersebut, broiler komersial berdampak terhadap nilai jual karena, biaya pakan lebih rendah, panen sesuai target.

Cara mengukur kualitas DOC, dari berat saat setelah menetas, panjang anak ayam, berat sisa kuning telur. Pengukuran kebersihan, kering, bebas dari kotoran dan kontaminasi, mata jernih berbinar, bebas dari cacat, pusar menutup lengkap dan bersih, tidak ada sisa kuning telur pada area pusar.

Tubuh kuat terhadap sentuhan, tanpa ada tanda-tanda stress seperti panting, tanggap dan tertarik pada kondisi lingkungan, respon terhadap suara, konfirmasi normal dari kaki, tidak ada merah pada kaki, tidak ada bengkak, tidak ada luka kulit, paruh normal, tidak lembek dan kuku kuat.

DOC Kualitas Baik

Untuk mendapatkan DOC kualitas baik perlu penanganan mulai dari telur selama di hatchery :

1. Grading Telur
Tujuan grading yakni untuk mendapatkan dan menginkubasi telur kualitas baik dengan beberapa cara.

Afkir dan buang telur yang tidak sesuai standar untuk di tetas. Telur tidak standar yakni kotor, retak, kecil, sangat besar atau double yolk, kerabang jelek.

Simpan telur secara hati-hati ke dalam setter tray atau tray transportasi dimana ujung yang tumpul berada di atas.

Hati-hatilah selama proses grading, selama awal produksi periksa berat dan seleksi hatching egg.

Simpan di ruang terpisah dimana temperature dan kelembaban dikontrol.

Jaga ruang penanganan telur dalam keadaan bersih dan nyaman.

Kontrol kutu di ruangan telur dengan cara memisah atau tolak telur kotor dan buggy dari hatchery.


Perhatikan juga berikut ini, jika tidak paham abaikan saja

Fumigasi Telur
Tujuan fumigasi yakni menghilangkan atau mengurangi kontaminan yang menempel pada permukaan telur agar tidak terjadi penetrasi kedalam telur baik jamur maupun bakteri. Fumigasi dilakukan harus sesuai dengan dosis yang dibutuhkan, contoh : single, double, dan seterusnya.

Penyimpanan Telur
Menyimpan dan koleksi telur agar sesuai dengan kebutuhan mesin atau permintaan dengan menjaga kualitas telur tetas dengan kondisi ideal sesuai lama penyimpanan.

Mekanisme yang menyebabkan turunnya hasil penyimpanan adalah sampai hari ini masih belum jelas, umumnya diketahui bahwa tingginya albumen menurun dan pH albumen meningkat selama penyimpanan.

Umur induk
Dimana terdapat pilihan, telur dari induk muda harus disimpan dibanding yang tua.

Suhu penyimpanan
Setelah oviposisi, suhu dalam telur secara bertahap turun dibawah fisiological zero yaitu suhu minimum dimana embrio akan tumbuh kalau suhunya diatas fisiological zero.

Ketika telur di setting disimpan sampai 3 hari suhu harus 18-210 C. Dengan periode penyimpanan 4-7 hari, telur harus disimpan antara 15-180 C. Ketika penyimpanan sampai 7 hari suhu harus 10-120 C.

Turning telur
Penelitian telah mengungkap bahwa kuning telur dapat memperbaiki hatchability setelah penyimpanan preinkubasi. Metode ini hanya berguna untuk penyimpanan yang lama, hasil terbaru (2002) menggunakan telur ross 308 mengindikasikan bahwa turning telur 4 kali perhari dibutuhkan untuk periode penyimpanan 7 hari.

Perlakuan preinkubasi
Penelitian telah mengindikasikan bahwa prewarming yang segera sebelum memulai inkubasi dapat mengurangi turunnya hatchability setelah penyimpanan. Selama periode prewarming ini komponen suhu bervariasi pada telur menjadi homogen sebelum awal inkubasi.

Dalam penelitian ini, telur di hangatkan pada suhu 20-250 C untuk beberapa jam (5-16 jam) sebelum inkubasi. Bagaimanapun, dampaknya hanya akan tampak setelah penyimpanan yang lama. (lebih dari 14 hari).

Posisi telur
Penyimpanan telur yang disimpan dengan posisi runcing. Dengan cara ini posisi sentral kuning telur terjaga selama penyimpanan. Posisi ini, embrio terlihat lebih terlindung dari dehidrasi dan adhesi dimana hasilnya lebih baik dalam bertahan selama penyimpanan.

Perlakuan pre warming di farm
Pemanasan sederhana telur segera setelah ovoposisi sebelum penyimpanan menunjukan mengurangi hilangnya hatchability yang disebabkan penyimpanan.

Ditulis oleh : Sandi Galih Purnama, S.Pt., Hatchery Manager. CV Intan Jaya Abadi, Sukabumi Jawa Barat.